Pernah dengar cerita si Andi?
Andi adalah pecinta kopi garis keras (idealist). Lidahnya canggih, dia cuma mau minum kopi Arabika single origin dengan rasa fruity yang asam-segar. Dia benci kopi sachet yang manis.
Singkat cerita, Andi buka Coffee Shop impiannya di sebuah perumahan padat penduduk. Modalnya ratusan juta. Dia menyajikan kopi terbaik menurut seleranya: Pahit, asam, berkelas.
Sebulan buka, hasilnya? ZONK.
Orang-orang di perumahan itu datang sekali, nyicip, terus komentar: “Mas, kopinya kecut! Ada susu kental manis gak?”
Andi tersinggung. “Ini kopi mahal! Kalian gak ngerti seni!” batinnya. Dia menolak mengubah menu. Tiga bulan kemudian, kafe Andi tutup.
Sementara itu, di seberang jalan, ada gerobak “Es Kopi Susu Gula Aren” yang antreannya kayak uler naga. Rasanya manis banget, kopinya biasa aja, tapi LAKU KERAS.
Pelajaran Mahal Hari Ini: Dalam bisnis ritel, “Ego” adalah musuh terbesarmu.
Seringkali kita terjebak pemikiran: “Karena saya suka produk ini, orang lain pasti suka juga.” Padahal belum tentu, Sob!
Prinsip nomor satu Retailenia dalam membimbing klien adalah: Jangan Jual Apa yang Kamu Suka, Tapi Juallah Apa yang Mereka Butuh.
- Kalau lingkunganmu butuh beras murah, jangan jual beras organik premium yang harganya 3x lipat.
- Kalau tetanggamu suka baju daster adem, jangan paksakan jual gaun pesta ala Eropa.
Tugasmu sebagai pebisnis ritel bukan mengedukasi pasar (itu mahal dan lama), tapi melayani permintaan pasar yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan