Sekarang kita bahas penyakit paling umum di era Instagram: “Terlalu Fokus Estetika, Lupa Isi Toko.”
Sering banget saya ketemu klien yang request: “Mas, saya mau lantainya granit, lampunya gantung estetik, raknya harus custom warna pastel.”
Oke, boleh saja. Tapi pas saya cek budgetnya, ternyata 80% modalnya habis buat renovasi. Sisa buat beli barang dagangan cuma 20%.
Ini logika terbalik, Sob! Ingat prinsip ini: Tembok cantik tidak menghasilkan uang. Barang daganganlah yang menghasilkan uang.
Pelanggan datang ke toko kamu buat beli beras, beli sabun, beli baju. Bukan buat beli keramik lantai kamu.
Sebagai panduan, coba pakai Rumus 40-40-20 (ini angka kasar ya, bisa disesuaikan):
- 40% untuk STOK BARANG (Inventory): Ini adalah mesin uangmu. Pastikan variasi barang lengkap. Toko jelek tapi barang lengkap masih bisa laku. Toko bagus tapi barang kosong, pasti ditinggal.
- 40% untuk ASET & RENOVASI: Sewa tempat, rak, meja kasir, komputer, AC, dan dandanin toko secukupnya. Ingat, secukupnya. Bersih dan terang itu wajib, mewah itu sunnah.
- 20% untuk CADANGAN KAS (Operational): Ini “napas” buatan. Uang ini haram disentuh kecuali buat bayar gaji, listrik, dan biaya tak terduga di 3 bulan pertama.
Jangan sampai tokomu kayak casing HP mahal, tapi HP-nya mati total. Mending toko sederhana, tapi isinya lengkap dan “hidup”.
Kalau kamu punya budget terbatas, korbankan renovasi, jangan korbankan stok. Pakai rak standar dulu gak masalah, yang penting barangmu dicari orang. Nanti kalau sudah untung, baru pelan-pelan ganti keramik jadi marmer.
Susah membagi pos-pos anggarannya? Salah alokasi bisa bikin arus kas macet total lho.
Di Retailenia, kami membantu menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang masuk akal. Kami akan mengerem kamu kalau renovasimu mulai berlebihan, dan mendorong kamu untuk memperkuat stok barang yang fast moving.
Kami pastikan setiap rupiah modalmu bekerja keras untuk menghasilkan keuntungan, bukan cuma jadi pajangan.
👉 Minta Bantuan Retailenia untuk Bedah Anggaranmu! Kontak kami sekarang. Jangan tunggu modal habis baru teriak minta tolong!

Tinggalkan Balasan